Beragam Investasi dalam Satu Akun: Saham, Reksa Dana, SBN Ritel, dan ETF | Phillip Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.phillip.co.id IndonesiaJoined August 2010
Berita Emiten
PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 229% menjadi IDR 21.33 miliar di semester I 2026.
PT Estee Gold Tbk (EURO) akan melakukan rights issue sebanyak 2 miliar lembar dengan nilai nominal IDR 5 per saham.
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mencatatkan rugi bersih sebesar USD 5.74 juta semester I 2026.
*Disclaimer On
Indeks saham di Asia Jumat pagi (14/8) dibuka beragam (mixed) meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup naik dengan S&P 500 mencatatkan level penutupan tertinggi setelah satu lagi data inflasi AS meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (Federal Reserve).
Data Indeks Harga Produsen (IHP) atau Producer Price Index (PPI), yang memantau inflasi dari sudut pandang produsen, menunjukkan kenaikan harga yang lebih rendah dari perkiraan.
Ini merupakan sinyal positif tambahan bagi para investor setelah data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) pada hari Rabu menunjukkan inflasi melambat di bulan Juli.
Data PPI memperlihatkan harga-harga di level produsen tidak berubah (0% M/M, +4.7% Y/Y) di bulan Juli setelah turun 0.1% M/M (+5.5% Y/Y) di bulan sebelumnya dan lebih rendah dari ekspektasi pasar yang naik 0.2% M/M (+4.9% Y/Y)
Inflasi Inti (Core PPI) melambat menjadi +0.2% M/M (+4.2% Y/Y) dari 0.4% M/M (+4.7% Y/Y) di bulan Juni.
*Disclaimer On
Berita Emiten
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan penyusutan laba bersih sebesar 3.05% menjadi IDR 1.91 triliun di semester I 2026.
- PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 4.92% menjadi IDR 270.39 miliar di semester I 2026.
- PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 62.9% YoY menjadi IDR 13.0 miliar di semester I 2026.
*Disclaimer On
Indeks saham di Asia Kamis pagi (13/8) dibuka beragam (mixed) mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street semalam dimana S&P500 dan NASDAQ naik sementara DJIA turun setelah data inflasi AS yang melandai meningkatkan kemungkinan bank sentral AS (Federal Reserve) memilih untuk mempertahankan suku bunga bulan depan.
Data Indeks Harga Konsumsi (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) AS memperlihatkan Inflasi Utama naik 0.1% M/M (+3.4% Y/Y) di bulan Juli, berbakik arah dari penurunan (deflasi) 0.4% M/M (+3.5% Y/Y) di bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Inflasi Inti (Core CPI) naik 0.2% M/M (+2.5% Y/Y) setelah tidak tumbuh (+0% M/M, +2.6% Y/Y) di bulan Juni, juga sesuai dengan ekspektasi pasar.
Meskipun sedikit melandai, inflasi tetap bertahan di atas target 2% yang ditetapkan Federal Reserve, sehingga mempersulit keputusan bank sentral mengenai apakah akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga di bulan September meskipun pasar tenaga kerja AS mulai mengirimkan sinyal pelemahan.
Dii bursa berjangka (Futures), para pelaku pasar mulai lebih condong melihat Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga setelah sehari sebelumnya posisi pelaku pasar terbagi hampir seimbang (50%-50%).
*Disclaimer On
Berita Emiten
- PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 50.31 miliar.
- PT Timah Tbk (TINS) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 805% menjadi IDR 2.71 triliun di semester I 2026.
- PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 2.41% menjadi Rp1.70 triliun di semester I 2026.
*Disclaimer On
Indeks saham di Asia Rabu pagi (12/8) dibuka beragam (mixed) setelah indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup turun seiring memanasnya ketegangan antara AS dan Iran, yang menimbulkan keraguan mengenai kemajuan menuju kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump menolak tuntutan Iran terkait kompensasi ganti rugi dan menyatakan akan menunggu hingga tekanan ekonomi terhadap Iran meningkat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mementahkan prospek pembicaraan damai, dengan mengatakan bahwa tidak ada kemungkinan untuk memulai kembali negosiasi dengan AS dalam kondisi saat ini.
Investor juga menunggu rilis data penting Inflasi (CPI) AS malam ini yang kemungkinan akan menentukan arah suku bunga dalam waktu dekat.
Data Indeks Harga Konsumen (IKK) atau Consumer Price Index (CPI) diperkirakan akan menunjukkan sedikit perlambatan dalam laju kenaikan harga, meskipun eskalasi terbaru dalam konflik antara AS dengan Iran telah memicu volatilitas harga minyak mentah.
Inflasi Utama diprediksi naik 0.1% M/M (+3.4% Y/Y) di bulan Juli, berbalik arah dari deflasi 0.4% M/M (+3.5% Y/Y) di bulan sebelumnya.
*Disclaimer On
Akhir-akhir ini, pasar saham mengalami tekanan dan kita juga sering melihat data yang menunjukkan investor asing melakukan aksi jual bersih atau foreign net sell. Kondisi seperti ini kerap memunculkan kekhawatiran, terutama bagi investor yang baru mulai berinvestasi.
Namun, apakah setiap aksi jual investor asing selalu menjadi sinyal buruk? Apakah investor ritel perlu mengikuti langkah tersebut, atau justru ada hal lain yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan?
Yuk, kita bahas lebih dalam bersama Anggit dan Joshua dari PT Phillip Sekuritas Indonesia.
Langsung aja ke channel Youtube Phillip Sekuritas Indonesia ya!
youtube.com/watch?v=1XtnbK…
Berita Emiten
- PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 88.93% menjadi IDR 354.28 miliar di semester I 2026.
- PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 113% menjadi IDR 248.82 juta di semester I 2026.
- PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 76.9% menjadi IDR 480.3 miliar di semester I 2026.
*Disclaimer On
Indeks saham di Asia Selasa pagi (11/8) dibuka menguat meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam ditutup turun di tengah naiknya kembali harga minyak mentah dan menjelang rilis data Inflasi (CPI) AS pada hari Rabu.
Data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) AS dapat merubah narasi mengenai inflasi.
Para pejabat tinggi bank sentral AS (Federal Reserve) masih berbeda pendapat mengenai perlu tidaknya menaikkan suku bunga acuan, sembari memantau lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah serta dampaknya terhadap inflasi.
Pelemahan tak terduga pada data pasar tenaga kerja (Non-Farm Payrolls) AS pada hari Jumat lalu telah sedikit mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve, meskipun para pejabat Federal Reserve menyatakan kesiapan mereka untuk bertindak jika inflasi ternyata lebih tinggi dari perkiraan
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) bertenor 10 Tahun naik lebih dari 4 bps menjadi 4.71% seiring dengan lonjakan sekitar 5% pada harga minyak mentah yang dipicu oleh pudarnya prospek tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran mengenai Selat Hormuz.
*Disclaimer On
Berita Emiten
- PT Prodia Line Tbk (PRDL) mencatatkan peningkatan rugi bersih sebesar 266.47% menjadi IDR 8.84 miliar di semester I 2026.
- PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 22.83% menjadi IDR 93.71 miliar di semester I 2026.
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan penurunan penjualan 44.50% menjadi IDR 333 miliar di semester I 2026.
*Disclaimer On
Indeks saham di Asia Senin pagi (10/8) mayoriras dibuka menguat, mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street akhir pekan lalu dimana S&P 500 ditutup pada level tertingginya
Pelemahan data pasar tenaga kerja AS mendorong investor untuk memperhitungkan penundaan kenaikan suku bunga oleh banklsentral AS (Federal Reserve).
Ketiga indeks saham utama di Wall Street mencatatkan kinerja mingguan terbaik sejak bulan April. Sepanjang minggu lalu, DJIA bertsambah 2.96% dan S&P 500 maju 3.58% sementara NASDAQ lompat 5.19%.
Data Non-Farm Payrolls (NFP) memperlihatkan ekonomi AS mengurangi 23,000 pekerja di bulan Juli setelah hanya merekrut 20,000 pekerja di bulan sebelumnya dan jauh lebih buruk dari ekspektasi pasar yang bertambah 80,000.
Tingkat Pengangguran turun tipis menjadi 4.1% dari 4.2% sebelumnya dan lebih rendah dari ekspeltasi pasar yang tetap di 4.2%.
Rata-rata Upah Per Jam (Average Hourly Earnings) naik 0.1% M/M (+3.2% Y/Y), melambat dari 0.3% M/M (+3.4% Y/Y) di bulan sebelumnya dan lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 0.3% M/M (+3.5% Y/Y).
*Disclaimer On
382K Followers 113 FollowingPT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saatnya #AkuInvestorSaham #PakaiIDXMobile karena #MasaDepanHarusTerdepan - Info resmi terkini seputar IDX:
203K Followers 1K FollowingDiskusi tentang investasi & keuangan | Berlisensi WPPE, WMI & tersertifikasi WPEE, PI | Klik link di Bio untuk kirim menfess & kerja sama 📩 | Pengaduan? DM!
87K Followers 1K FollowingTrader & investor BEI dengan pendekatan teknikal &market timing. Bukan dokter medis.
Info rekomendasi saham realtime for real profit: https://t.co/IknQGu4pjN
185K Followers 144 FollowingLatest & reliable updates on economy, market, business and everything in between (curated from multiple sources). Check our website!
129K Followers 30K Followinghttps://t.co/yQ7tyS26q7
I share my twit as diary dan bahan diskusi, saham ihsg usa crypto, disclaimer: bukan ajakan jual beli / nasihat investasi DYOR
21 Followers 94 FollowingCatatan sederhana untuk memahami bursa saham IDX dengan lebih tenang.
Tidak menerima titip dana
Tidak mengajak untuk jual beli saham
https://t.co/y8Us4lz4Uv
2K Followers 202 FollowingEstablished in 1975, a leading financial house offering a full range of quality & innovative financial services to retail, corporate & institutional clients.